Perdana, M. Fadin Rizieq (2026) KAJIAN KETERLAMBATAN PERSONEL AVIOBRIDGE DALAM PELAYANAN PESAWAT UDARA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAROS // STUDY OF AVIOBRIDGE PERSONNEL DELAYS IN AIRCRAFT SERVICES AT SULTAN HASANUDDIN INTERNATIONAL AIRPORT MAROS. Kajian Keterlambatan Personel Aviobridge Dalam Pelayanan Pesawat Udara Di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Maros, 4 (4): 11539. pp. 1-83. ISSN 3026-2917
D.III OBU 19 B_MUHAMMAD FADIN RIZIEQ PERDANA_TUGAS AKHIR_2026 (2).pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan dari
personel operator aviobridge (garbarata) serta merumuskan langkah-langkah guna
menguranginya dalam layanan pesawat di Bandar Udara Internasional Sultan
Hasanuddin Maros. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan
empat narasumber, dan analisis dokumen, serta triangulasi untuk memastikan
keakuratan data. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa jenis keterlambatan
yang paling umum adalah keterlambatan hadir (standby) personel di lokasi
garbarata sebelum pesawat datang, terutama di parking stand terjauh dan pada jam
sibuk. Beberapa faktor yang menjadi penyebab termasuk keterbatasan dan tidak
cukupnya transportasi berupa sepeda (hanya sekitar 4-5 dari 7 unit yang dapat
digunakan), variasi jarak dari kantor Apron Movement Control (AMC) ke parking
stand yang bisa mencapai 401,34 meter, tinggi frekuensi gangguan pada peralatan
garbarata (180 kejadian pada tahun 2025), serta peningkatan beban kerja pada jam
sibuk seiring dengan lonjakan pemakaian sebesar 37,3%. Upaya yang dilakukan
untuk mengurangi keterlambatan meliputi pengaktifan Kantor Baru AMC Selatan
untuk melayani parking stand yang terjauh, perubahan pemeliharaan transportasi
personel dari reaktif menjadi preventif-terjadwal dengan penambahan unit, serta
percepatan dalam pelaporan dan penanganan masalah garbarata melalui koordinasi
antarunit. // This study seeks to determine the reasons behind delays experienced by
operators of passenger boarding bridges, also known as aviobridges, and to
develop strategies to reduce these delays during aircraft operations at Sultan
Hasanuddin International Airport in Maros. A qualitative descriptive approach
was employed, gathering data via observations, discussions with four respondents,
and analysis of relevant documentation, all of which were verified through
triangulation methods. Findings indicate that the most common delay type involves
staff waiting at the aviobridge location prior to the aircraft's arrival, specifically at
the most distant parking spots and during busy times. Factors that contribute to
these delays are the limited availability and poor state of bicycle transport, with
only around 4 to 5 out of 7 bicycles functional, the differing distances from the
Apron Movement Control office to the parking spots, which can reach up to 401.34
meters, frequent failures of aviobridge equipment (recording 180 incidents
projected for the year 2025), and an increased workload during peak periods
corresponding to a 37.3% growth in usage. Proposed solutions involve activating
the new Southern AMC Office to support the most distant parking spots,
transitioning bicycle servicing from a responsive to a scheduled-preventive
maintenance strategy while increasing the number of units, and enhancing the
speed of reporting and resolving aviobridge issues through improved coordination
among units.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keterlambatan Personel, Standby, Operator Garbarata, Apron Movement Control, Pelayanan Pesawat Udara. |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | DIII Operasi Bandar Udara |
| Depositing User: | Mr. M Fadin Rizieq Perdana |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 04:17 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 04:17 |
| URI: | http://repository.ppicurug.ac.id/id/eprint/900 |
