-, Muhammad Rafli (2026) PENGARUH DRAIN FUELING AFTER REMAIN OVER NIGHT TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA PADA BOEING 737-8 MAX. D.IV TPU 17_MUHAMMAD RAFLI_TUGAS AKHIR_2026. (Submitted)
D.IV TPU 17_MUHAMMAD RAFLI_TUGAS AKHIR_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB) | Request a copy
Abstract
Keandalan sistem bahan bakar pada pesawat terbang modern, khususnya Boeing 737-8 MAX, sangat bergantung pada ketepatan prosedur pemeliharaan preventif yang dilakukan. Salah satu tantangan teknis yang krusial dalam operasional harian adalah potensi kontaminasi mikrobiologi yang dipicu oleh akumulasi air bebas di dalam tangki bahan bakar. Fenomena ini sering kali terjadi ketika pesawat mengalami fase Remain Over Night (RON), di mana durasi parkir yang panjang memungkinkan terjadinya proses kondensasi akibat fluktuasi suhu lingkungan, yang secara termodinamika mengubah uap air di ruang tangki menjadi tetesan air bebas (free water). Air bebas inilah yang menjadi media utama bagi pertumbuhan mikroorganisme patogen, terutama jamur Hormoconis resinae, yang dikenal sebagai jamur bahan bakar jet karena kemampuannya memproduksi asam organik yang memicu korosi struktur tangki aluminium dan membentuk lapisan lendir (slime mats) yang dapat menyumbat filter bahan bakar. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi secara mendalam efektivitas prosedur drain fueling harian dalam mereduksi penumpukan air kondensasi serta menekan pertumbuhan koloni mikroba pada armada Boeing 737-8 MAX milik PT. Airfast Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen kuantitatif dengan pendekatan komparatif, menggunakan alat uji MicrobMonitor2 untuk menghitung secara presisi jumlah Colony Forming Units (CFU) dalam sampel bahan bakar. Penelitian ini membagi subjek observasi ke dalam dua kelompok perlakuan: kelompok pertama sebagai kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan drainase rutin pasca RON, dan kelompok kedua sebagai variabel uji yang mendapatkan prosedur drainase secara terjadwal setiap hari pasca fase RON. Pengambilan sampel dilakukan pada enam titik observasi dengan masa inkubasi media gel selama empat hari untuk mendapatkan data populasi mikroba yang valid dan akurat. Hasil analisis data menunjukkan perbedaan tingkat kontaminasi yang sangat drastis dan signifikan secara statistik antara kedua kelompok perlakuan. Kelompok pertama yang tidak mendapatkan intervensi drainase menunjukkan indikasi proliferasi mikroba yang sangat berat, dengan estimasi tingkat kontaminasi mencapai nilai ≥ 10⁵ - 10⁶ CFU/L. Tingkat ini jauh melampaui ambang batas toleransi operasional, sehingga menempatkan bahan bakar pada status kontaminasi “Heavy” atau berat, yang secara teknis mewajibkan tindakan korektif segera melalui aplikasi biocide dan inspeksi visual menyeluruh ke dalam tangki bahan bakar guna mencegah kerusakan struktural lebih lanjut. Sebaliknya, hasil pengujian pada kelompok kedua yang disiplin menerapkan prosedur drain fueling harian pasca fase RON menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Observasi visual konsisten menunjukkan ketiadaan pertumbuhan koloni yang signifikan, dengan estimasi tingkat kontaminasi berhasil ditekan hingga berada di level terendah, yaitu < 2.000 CFU/L. Data ini mengonfirmasi bahwa status kontaminasi bahan bakar pada kelompok tersebut tetap terjaga pada kategori “Negligible” atau aman, sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan oleh Aircraft Maintenance Manual (AMM) serta pedoman International Air Transport Association (IATA). Kesimpulan akhir dari penelitian ini menegaskan bahwa prosedur drain fueling harian pasca fase RON bukan sekadar rutinitas pemeliharaan, melainkan mitigasi primer yang sangat efektif untuk memutus siklus pertumbuhan mikroorganisme di lingkungan tangki bahan bakar. Konsistensi dalam pelaksanaan prosedur ini terbukti secara empiris mampu menjaga integritas struktural tangki, mencegah potensi Microbiologically Influenced Corrosion (MIC), dan memastikan keandalan sistem bahan bakar yang sangat krusial bagi keselamatan penerbangan. Penelitian ini merekomendasikan pengetatan prosedur pengawasan harian dan edukasi sterilitas bagi personel teknisi untuk memastikan efektivitas pemeliharaan yang berkesinambungan.
The reliability of fuel systems in modern aircraft, particularly the Boeing 737-8 MAX, depends heavily on the precision of preventive maintenance procedures. One of the most critical technical challenges in daily operations is the potential for microbiological contamination triggered by the accumulation of free water within fuel tanks. This phenomenon frequently occurs when aircraft undergo a Remain Over Night (RON) phase, where long parking durations allow for condensation processes due to environmental temperature fluctuations, which thermodynamically convert water vapor in the tank headspace into free water droplets. This free water serves as the primary medium for the growth of pathogenic microorganisms, especially the fungus Hormoconis resinae, known as jet fuel fungus, due to its ability to produce organic acids that trigger corrosion of aluminum tank structures and form slime mats that can clog fuel filters. This study was conducted to deeply evaluate the effectiveness of daily drain fueling procedures in reducing condensation water accumulation and suppressing microbial colony growth in the Boeing 737-8 MAX fleet of PT. Airfast Indonesia. The research method applied was quantitative experimental with a comparative approach, utilizing the MicrobMonitor2 test kit to precisely calculate the number of Colony Forming Units (CFU) in fuel samples. The research divided observation subjects into two treatment groups: a control group that did not receive routine drainage treatment after RON, and a test variable group that received a scheduled drainage procedure every day after the RON phase. Sampling was performed at six observation points with a four-day gel media incubation period to obtain valid and accurate microbial population data. The results of the data analysis demonstrate a very drastic and statistically significant difference in contamination levels between the two treatment groups. The first group, which did not receive drainage intervention, showed indications of very heavy microbial proliferation, with estimated contamination levels reaching ≥ 10⁵ - 10⁶ CFU/L. This level far exceeds operational tolerance thresholds, placing the fuel in a "Heavy" contamination status, which technically mandates immediate corrective action through biocide application and thorough visual inspection of the fuel tanks to prevent further structural damage. Conversely, the test results in the second group, which was disciplined in applying daily drain fueling procedures after the RON phase, showed highly satisfactory results. Visual observations consistently showed the absence of significant colony growth, with estimated contamination levels successfully suppressed to the lowest level, < 2,000 CFU/L. This data confirms that the fuel contamination status in the group remained at the "Negligible" or safe category, in accordance with operational standards set by the Aircraft Maintenance Manual (AMM) and International Air Transport Association (IATA) guidelines. The final conclusion of this study confirms that the daily drain fueling procedure after the RON phase is not merely a maintenance routine, but a primary mitigation strategy that is highly effective in breaking the cycle of microorganism growth in the fuel tank environment. Consistency in executing this procedure is empirically proven to be capable of maintaining tank structural integrity, preventing Microbiologically Influenced Corrosion (MIC), and ensuring fuel system reliability, which is crucial for flight safety. This study recommends stricter daily supervision procedures and sterility education for maintenance personnel to ensure effective and continuous maintenance.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Boeing 737-8 MAX, Drain Fueling, Remain Over Night (RON), Hormoconis resinae, MicrobMonitor2, Kontaminasi Mikroba. Keywords: Boeing 737-8 MAX, Drain Fueling, Remain Over Night (RON), Hormoconis resinae, MicrobMonitor2, Microbial Contamination. |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | DIV Teknik Pesawat Udara > 17 |
| Depositing User: | Mr. Muhammad Rafli - |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 09:35 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 08:37 |
| URI: | http://repository.ppicurug.ac.id/id/eprint/1052 |
